Olimpiade Jepang Tanpa Penonton, Akan Mengakibatkan Kerugian Rp11,7 Triliun

Olimpiade dan Paralimpiade di Jepang dibuka 23 Juli 2021 kemungkinan tanpa penonton dan kerugian hanya dari penjualan tiket penonton bisa mencapai sedikitnya 90 miliar yen atau sekitar Rp.11,7 triliun. Seiko Hashimoto, Ketua Panitia Penyelenggara juga menyatakan serupa kemarin (28/4/2021), "Sebagai keputusan di menit menit terakhir, saya siap untuk menjadi bukan penonton." Sedangkan Gubernur Tokyo Yuriko Koike masih akan melihat detik terakhir perkembangan penyebaran infeksi corona di bulan Juni nanti.

Akibat tidak ada penonton, penjualan tiket juga tidak bisa dilakukan dan kerugian sekitar 90 miliar yen terhadap Penyelenggara khususnya dan perekonomian Jepang umumnya. DR. Shigeru Omi, Ketua Komite Penasehat Penanggulangan Covid 19 pemerintah Jepang sudah menekankan keras kepada masyarakat akan adanya penyebaran infeksi lebih parah lagi kalau tidak menahan diri untuk tidak ke luar rumah. "Saat ini sudah situasi mulai serius dan kita perlu menanggapinya dengan segera dan memulai pertimbangan dengan sangat kritis bagi penyelenggara Olimpiade mendatang agar dapat mengantisipasi dengan segera penyebaran penularan infeksi corona dalam waktu waktu sekarang ini," tekannya lagi.

Sementara itu upaya belajar bahasa Jepang yang lebih efektif dengan melalui zoom terus dilakukan bagi warga Indonesia secara aktif dengan target belajar ke sekolah di Jepang nantinya. Info lengkap silakan email: [email protected] dengan subject: Belajar bahasa Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published.